Hutang Produktif = Sukses dan Kaya, Siapa Bilang Gak Bisa?

  • Penulis: Admin
  • Diposting Pada: 01 Maret 2019

Memiliki hutang atau pinjaman akan menjadi kekwatiran tersendiri bagi sebagain orang yang menanggungnya. Sering kita mendengar istilah terlilit hutang yang kondisinya cukup membuat menderita dan stress dalam kehidupan.

Namun tidak sedikit juga yang mengalami keadaan sebaliknya, dengan  berutang seseorang yang tadinya tidak memiliki apa – apa berbalik keadaan menjadi sesorang yang sukses dan kaya raya.

Perlu diketahui bahwa tidak semuanya orang sukses dan kaya karena mereka punya modal besar dan tidak punya hutang.

Justru jika anda amati lebih mendalam banyak orang di negeri ini bisa berdiri tegak berjaya sukses kaya raya berkat mereka berani berhutang.

Berani dalam arti hutang bukan untuk belanja kebutuhan tampil mewah melainkan adalah sebagai modal usaha dengan strategi yang benar dan manajemen yang tepat.

Beberapa trik untuk mengelola pinjaman agar usaha  dapat berkembang dan utang tetap terbayar.

 

Rencanakan dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk meminjam uang, sebaiknya Anda telah menentukan sebuah rencana kemajuan usaha terlebih dahulu. Anda harus membuat rencana kemanakah dana tersebut disalurkan, apakah untuk menambah alat produksi, pembiayaan promosi, atau perluasan wilayah. Dengan memiliki rencana yang matang, maka usaha akan berjalan semakin lancar dan pinjaman uang pun akan digunakan sesuai keperluan.

Ikuti Rencana

Ketika seseorang menerima uang yang banyak dari pinjaman, terkadang akan timbul keinginan untuk menggunakan dana tersebut di luar keperluan usaha. Hal ini tentunya kurang tepat. Jika Anda berutang untuk usaha, maka jangan pernah menuruti keinginan tersebut. Tetaplah ikuti rencana yang telah ditentukan. Jangan menyentuh sedikitpun dana tersebut di luar perencanaan anggaran yang dibuat, sehingga uang pinjaman tidak akan habis tanpa ada kemajuan usaha.

Sediakan Dana Khusus

Berani mengambil pinjaman, berarti juga harus berani untuk mengangsur setiap bulan beserta bunganya. Bagaimanapun caranya bayarlah angsuran dengan tertib jika tidak ingin terbebani dengan denda.  Biasakan memiliki dana khusus untuk membayar angsuran yang bisa diambil dari laba usaha. Kalaupun laba yang didapat melebihi target, Anda bisa menyisihkannya untuk angsuran berikutnya sebagai dana cadangan khusus yang akan berguna ketika usaha mengalami defisit.

Jadikan Laba Sebagai Modal

Meskipun Anda harus menggunakan keuntungan usaha untuk membayar utang, Anda tetap harus menambah modal dengan keuntungan tersebut. Anggaplah diri Anda seorang karyawan dalam perusahaan yang digaji setiap bulan. Pada saat pinjaman belum terselesaikan, maka jangan mengambil laba terlebih dahulu, ambillah gaji sebagai pemilik saja. Laba hanya dapat digunakan untuk kepentingan usaha. Dengan demikian lambat laun modal awal yang Anda tanam akan semakin bertambah seiring berjalannya bisnis. Usaha yang berjalan semakin lancar akan memudahkan dalam pembayaran pinjaman.

Buat Catatan Keuangan

Cara yang sangat diperlukan dalam mengelola pinjaman adalah membuat catatan keuangan perusahaan. Anda perlu menulis semua pemasukan, pengeluaran, dan besarnya utang pada catatan tersebut. Setiap angsuran yang telah terbayar juga perlu ditulis secara detail karena dapat memudahkan penghitungan arus kas perusahaan. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah melihat seberapa besar kemajuan perusahaan dan masih ada berapakah utang yang harus dibayar. Kalaupun keuangan perusahaan menurun, Anda bisa dengan cepat mengetahuinya dan dapat mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan catatan keuangan tersebut. Keperluan pencatatan keuangan perusahaan bisa dilakukan secara cepat dengan menggunakan software khusus akuntansi seperti Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online yang memiliki berbagai fitur untuk pencatatan keuangan. Dengan menggunakan Jurnal Anda bisa dengan mudah mengelola keuangan perusahaan termasuk pinjaman.

 

Lakukan langkah - langkah diatas dengan teratur, maka mimpi anda menjadi orang sukses akan terwujud.