Generasi Milenial, Yuk Jadikan Kebebasan Finansial sebagai Resolusi Tahun Baru


  • 30 Desember 2020
  • admin
  • Pengumuman

KSPSBM.COM - “New year, new me." Jelang pergantian tahun, slogan tersebut kerap mengemuka, baik di tengah percakapan sehari-hari maupun di media sosial. Makna yang terkandung pada slogan itu cukup sederhana, yakni spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik atau meraih pencapaian tertentu di tahun berikutnya. Biasanya, spirit tersebut dituangkan dalam deretan resolusi. Misal saja, olahraga minimal empat kali seminggu secara konsisten agar tubuh lebih sehat. Contoh lainnya, menabung minimal 30 persen dari penghasilan bulanan untuk meraih kebebasan finansial. Nah, berbicara soal kebebasan finansial, tentu banyak orang ingin meraihnya. Sebab, berbagai tujuan hidup relatif lebih mudah dicapai ketika telah memiliki kebebasan finansial. Contohnya, kamu yang ingin hidup sehat bisa lebih leluasa untuk memilih makanan yang bernutrisi tinggi atau berlangganan di pusat kebugaran dengan fasilitas terbaik. Kemudian, kamu yang gemar travelling bisa memiliki transportasi dan akomodasi yang lebih nyaman tanpa khawatir tabungan ludes. Oleh karena itu, tidak ada salahnya memasukkan kebebasan finansial sebagai salah satu daftar resolusi tahun barumu. Meski bukan perkara mudah, kamu bisa meraihnya dengan ketekunan dan konsistensi. Buat kamu yang bingung harus mulai dari mana, berikut deretan tips. 

1. Buat anggaran bulanan

Sering merasa bingung ke mana uang kamu habis setiap bulannya? Apabila jawabannya iya, kamu perlu mulai mengasah kemampuan manajemen keuangan. Sebab, manajemen keuangan adalah salah satu fondasi penting untuk meraih kebebasan finansial. Untuk mengasah kemampuan tersebut, kamu bisa memulainya dengan membuat anggaran bulanan. Caranya, petakan pengeluaran wajib yang harus disiapkan selama sebulan. Pos pengeluaran jenis ini biasanya terdiri dari biaya makan, transportasi, pulsa, sewa kos/kontrakan, asuransi, dan cicilan utang. Pos ini harus kamu tentukan di awal dan tidak boleh diganggu gugat. Kemudian, tentukan bujet untuk pos kebutuhan jangka panjang secara bulanan. Pos ini biasanya digunakan sebagai tabungan untuk rencana di masa depan, seperti biaya pernikahan, rumah, kendaraan, dan dana pensiun. Bujet untuk pengeluaran tersebut bisa disesuaikan dengan pemasukan yang kamu dapat tiap bulan dan target kamu ingin mencapainya. Jangan lupa, anggaran bulanan ini terus kamu evaluasi tiap bulan agar bisa melacak pengeluaran dan menyesuaikan untuk bulan berikutnya. Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah mengendalikan pengeluaran. Kamu pun bisa memprediksi kapan kebutuhan jangka panjang dapat terpenuhi.

2. Menyiapkan dana darurat

Saat merancang anggaran bulanan, pastikan untuk memasukkan dana darurat sebagai salah satu prioritasmu. Sebab, dana darurat akan berguna saat kamu menghadapi situasi mendesak, seperti tiba-tiba sakit, ponsel hilang, atau kehilangan pekerjaan. Tak ada aturan baku terkait jumlah dana darurat yang harus kamu simpan. Namun, kebanyakan perencana keuangan profesional menyarankan dana darurat setidaknya setara enam bulan pengeluaran untuk kamu yang single dan dua belas bulan untuk kamu yang sudah menikah. Untuk mencapai jumlah tersebut, kamu bisa mencicilnya per bulan. Caranya, sisihkan minimal 5 – 10 persen dari pemasukan bulanan sebagai dana darurat. Pastikan dana darurat kamu simpan di instrumen yang mudah dicairkan agar kamu bisa mengatasi kondisi mendesak dengan segera.

3. Bijak kelola utang

Utang bukanlah hal yang tabu. Bahkan, sah-sah saja dilakukan, asalkan nominalnya sesuai dengan kemampuan bayar dan digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif. Misalnya, saat laptop yang biasa digunakan untuk bekerja rusak, kamu bisa membeli laptop baru dengan metode cicilan. Namun, pastikan nominal utang atau cicilan tidak melebihi 30 persen dari total pemasukan bulanan kamu. Hindari utang untuk memenuhi hal-hal yang bersifat konsumtif, seperti liburan, membeli sepatu baru, atau barang-barang hobi. Penuhi kebutuhan tersebut dengan dana ekstra yang tersedia setelah semua pos-pos penting terpenuhi.

4. Mulai berinvestasi sejak dini

Setelah pos pengeluaran wajib dan dana darurat terpenuhi, kamu perlu mempertimbangkan untuk mulai berinvestasi. Dengan berinvestasi, aset-aset kamu dapat berkembang dan tidak tergerus nilainya oleh arus inflasi. Investasi juga akan membantumu untuk memenuhi berbagai kebutuhan jangka panjang yang telah kamu tentukan sejak awal. Dengan begitu, kamu bisa segera meraih kebebasan finansial yang diimpikan. Saat ini, ada banyak instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Akan tetapi, kamu perlu berhati-hati dalam berinvestasi. Pastikan memilih investasi yang aman agar tidak terjerumus dalam jebakan investasi bodong. Selain itu, pilih instrumen yang sesuai profil risiko investasi kamu. Untuk permulaan, kamu bisa memilih instrumen investasi yang memiliki risiko rendah, seperti SIMPANAN IMPIAN dan SIMPANAN BERJANGKA. Kabar baiknya, kedua instrumen itu bisa kamu dapatkan dengan mudah di KSPSBM. Kamu tidak perlu khawatir soal keamanan berinvestasi di KSPSBM. Sebab, KSP Sahabat Bintang Mandiri (KSPSBM) sudah terdaftar dan diawasi oleh Dinas Koperasi Indonesia. Agar konsisten dan memudahkan berinvestasi, kamu bisa menyisihkan 5 – 10 persen dari pemasukan bulanan. Jumlah ini bisa pula ditambah bila kamu mendapatkan penghasilan lebih, seperti tunjangan hari raya atau bonus tahunan. Itulah sederet tips yang bisa kamu terapkan untuk meraih resolusi kebebasan finansial di tahun depan. Semoga tercapai ya!
 



Mau Pengajuan Online ?

Partner Kami

KSP SBM sudah menjalin kerja sama dengan banyak pelaku usaha lainnya. Geser ke kiri untuk melihat yang lainnya.